Sabtu, 20 Agustus 2011

Mempertahankan Moral Di Tengah Pesatnya Perkembangan Zaman


 Oleh : Saiful Amri

“Oeh akhe masa ka kureung tuah
Soh meunasah jeut-jeut sago
Yang na rame sit dua teumpat
Jambo madat geulanggang tajo”

Mempertahankan moral ditengah-tengah zaman yang modern memang bukan hal mudah,hanyan orang-orang yang istimewa saja yang sanggup melakukannya. Sebagaimana yang kita saksikan sekarang,pesatnya perkembangan zaman telah banyak melunturkan moral-moral masyarakat kita,sehingga terjadilah pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma. Yang melakukan pelanggaran ini bukanlah orang yang tidak berilmu, bahkan mereka adalah insan-insan Intelektual yang paham betul akan ilmu,tetapi hal ini justru banyak terjadi dikalangan saudara kita tersebut, Ini menandakan bahwa mereka hanya memiliki kecerdasan Intelektual semata, tetapi tidak memiliki akan kecerdasan Spiritual, sehingga norma-norma yang padahal dulunya begitu dijunjung oleh orang tua kita, tetapi sekarang kita seakan menganggapnya hanya sebatas angin lalu.
Dalam perjalanan hidup orang tua kita dulu, mereka adalah orang-orang yang sangat patuh akan norma-norma, baik itu norma adat, norma hukum, apalagi kalau sudah menyangkut dengan norma agama. Dari kepatuhan itulah yang membuat mereka begitu berhati-hati dalam mengambil sikap dalam segala aktifitas hidup mereka.Mereka sangat tabuh sekali terhadap hal-hal apa saja yang bertantangan dengan norma-norma yang mereka yakini, sehingga mereka tersebut menjadi orang-orang yang begitu ditakuti lawan dan juga disegani kawan.
Kalau kita perhatikan, lain halnya dengan kita pada hari ini yang seakan tali-tali norma tersebut hampir terlepas dari kehidupan kita, dan sedikit sekali dari kita yang sadar akan hal itu dan mau mengeratkannya kembali sehingga ikatannya kembali kuat, kita semua  seakan mengabaikannya. Kita harus sadar bahwa ini semua adalah dampak  negatif dari perkembangan zaman yang orang-orang tua kita dulu sudah lebih awal memprediksikannya bahwa hal ini akan terjadi, sehingga mereka selalu berpesan kepada kita semua melalui nasehat dan juga sya`ir-sya`ir yang mereka lantunkan,agar kita semua senantiasa waspada terhadap hal ini.Orang tua kita dulu berpesan dalam  sya`irnya “Oeh akhe masa  ka kureung tuah , soh meunasah jeut-jeut sago, yang na rame sit dua teumpat, jambo madat geulanggang tajo”.
Pepatah ini menggambarkan kepada kita bagaimana kehidupan manusia pada akhir zaman, yang kehidupannya sudah kureung tuah (pen: sudah kurangnya nilai-nilai kebaikan) sehingga kita melihat banyak tempat-tempat ibadah menjadi kosong,dimana orang-orang sudah lebih disibukkan dengan urusan bisnis mereka masing-masing,mereka lebih senang meramaikan tempat-tempat hiburan dan perjudian, yang orang tua kita dulu menyebut tempat ini dengan istilah “Jambo madat geulanggang tajo”.
Melihat keadaan sekarang, apa yang orang-orang dulu katakan memang tidak bergeser dari kenyataan yang kita saksikan pada hari ini. Banyak sudah bukti-bukti nyata yang kita dapati dalam masyarakat terutama remaja-remaja yang darahnya masih mengalir deras, seakan merekalah yang memiliki dunia ini, yang lainya cuma ngontrak, hal ini terlihat dari kelakuan-kelakuan mereka yang begitu bebas lepas, yang seakan mereka terlepas dari norma-norma. Yang paling kita sayangkan lagi saudaraku, hal-hal tersebut sekarang sudah dianggap sesuatu yang biasa, ini akibat dari masyarakat kita yang berpikir serba long gard, yang mana hal-hal yang dulu dianggap tabu, sekarang menjadi hal yang lumrah.
Kalau kita pikir-pikir,pengaruh perkembangan zaman ini ibarat ombak lautan yang kita tidak bisa melarangnya ketika dia terus menghempas pantai, yang kita bisa lakukan hanyalah membuat tanggul penahan saja,dan juga pemecah-pemecah ombak sebagai sikap preventif kita. Demikian juga halnya dengan dampak negative dari perkembangan zaman ini, kita tidak bisa melarangnya untuk tidak datang, karena dia akan tetap hadir seiring dunia ini mendakati masanya, kita hanya bisa menjaga diri kita masing-masing dengan selalu bertaqarrub kepada Allah SWT. Kemudian, kita sebagai umat di akhir zaman ini harus memiliki daya filter yang kuat,yang mampu menyaring segala hal negative untuk tidak memasuki dalam segala aspek kehidupa kita. Kalau tidak demikian, maka kita akan mudah begitu saja dihempas oleh pengaruh negative perkembangan zaman,yang tak terasa akan mengikis keimanan kita, sehingga kita menjadi manusia-manusia yang tidak lagi mengenal moral.
Sebagaimana pemandangan hari ini, betapa mirisnya hati kita melihat remaja-remaja yang seakan makin jauh saja dengan nilai-nilai spiritual, banyak sudah mereka ini menjadi korban dampak negative dari perkembangan zaman ini, mereka tertipu dengan suguhan dunia yang begitu lezat dan menggiurkan. Kehidupan kita hari ini, terutama para remaja sudah banyak yang mengadopsi life stylenya orang-rang barat, dari cara berpakaian sampai pada tingkat pergaulan yang hampir tidak lagi memperdulikan batasan. Hal ini yang membuat kita secara step by step dan tanpa sadar kita semakin jauh dengan apa yang sebenarnya menjadi jalan hidup kita, yang bisa menjamin keselamatan kita,yang begitu tinngi nilainya di mata Allah kalau kita mengamalkannya,walaupun orang lain memandang kita ketinggalan zaman.
Berbicara “ketinggalan zaman”,kata inilah yang sedang gencar-gencarnya dikembangkan untuk melumpuhkan semangat-semangat orang yang konsisten beragama. Namun sayangnya tidak sedikit remaja kita yang termakan dengan istilah ketinggalan zaman yang salah tafsir itu,mereka ikut-ikutan dengan gaya hidup barat,hanya sekedar tidak mau disebut ketinggalan zaman oleh teman-temannya,ini sungguh kita sayangkan, yang seharusnya remaja ini menjadi ujung tombak agama dan juga penerus estafet dakwah islam kedepannya. Tetapi yang kita lihat sekarang,seakan untuk memperhatikan agama ini kita harus menunggu orang-orang menjadi jompo, karena sedikit sekali remaja yang mau peduli akan hal ini.
Hari ini sudah saatnya bagi kita untuk kembali mengeratkan kembali tali pinggang keimanan kita demi mempertahankan moral-moral kita,moral keluarga kita,mora remaja kita dan juga moral umat islam semuanya untuk menjadi moral-moral yang tangguh yang tidak mudah digoroti oleh pengaruh negative perkembangan zaman ini. Kita harus sadar untuk tidak terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh orang banyak, karena banyaknya jumlah orang yang melakukan sesuatu pekerjaan yang salah,tidak akan membuat pekerjaan tersebut menjadi benar, sebagaimana Allah SWT berfiman dalam Al-qur`an yang artinya “Jika engkau turut kebanyakan orang yang dibumi,niscaya mereka itu akan menyesatkanmu dari jalan Allah… (Al-an`am : 116)”. Dari ayat inilah kita harus waspada dan selalu hati-hati agar tidak mudah terpancing melakukan sesuatu karena hanya melihat banyaknya  orang yang melakukannya.
Sebenarnya,kita sebagai orang islam dituntut untuk terus melakukan banyak hal,kita harus mengikuti perkembangan zaman, supaya kita jangan menjadi orang-orang yang tertinggal. Orang islam tidak boleh bodoh, orang islam harus tahu tehnologi, dan jangan mau kalau kita orang islam dikatakan sebagai umat yang ketinggalan zaman. Kita sebagai orang islam sah-sah saja untuk mencontoh orang-orang barat, tapi dalam segi ilmunya bukan cara hidup mereka. Kita pada hari ini salah,ilmunya belum kita dapat, kehidupan kita sudah seperti orang barat,inilah sebenarnya yang menjadi kesalahan kita yang masih salah dalam menafsirkan ketinggalan zaman,Wallaahua`lam.

Penulis adalah Mahasiswa FKIP Geografi
Universitas Almuslim Bireuen,

Minggu, 14 Agustus 2011

Kumpulan Kata-Kata Bijak

“Tak semua orang dewasa memiliki sikap kedewasaan” (Saiful Amri)

“Ragu-ragu mundur bukanlah sikap orang yang optimis,hilangkan keraguan dan maju terus adalah sikap pejuang sejati” (Saiful Amri)

“Dalam berbuat kebaikan,janganlah kita seperti induk ayam tapi contohlah induk Penyu”  (Saiful Amri)

“Calon penghuni surga adalah satu-satunya orang yang patut kita iri di dunia ini” (Saiful Amri)

“Kegagalan yang terus kita kenang adalah dinding penghalang untuk meraih kesuksesan” (Saiful Amri,)

“Orang yang tidak membagi cintanya adalah orang yang dhalim,karena semua orang memiliki hak atas cinta kita dengan takarannya masing-masing” (Saiful Amri)

“Satu-satunya hal yang menyebabkan kita terlambat untuk bertindak,karena kita terlambat berpikir” (Saiful Amri)

Ada Apa dengan Cinta


Ada apa dengan cinta…
Dia hanya secabik kata yang menggentarkan dunia
Banyak sudah yang bahagia karenanya
Tangis dan luka juga menghiasi namanya

Ada apa dengan cinta…
Salahkan dia dalam dunia ini
Butuhkah kita akan dirinya
Banyak sudah orang berani karena cinta
Trauma dan kecewa juga terukir dalam bingkainya

Ada apa dengan cinta…
Tak ada yang salah dengan dirinya
Cinta itu suci dan dibutuhkan
Bukan cinta yang membuat kita buta
Bukan cinta yang menjadikan kita merana
Yang buta adalah
Bila cinta itu menguasai kita dengan tanpa pertimbangan 

Oleh Saiful Amri

Kegagalan dan Harapan


Ingin kulupakan kejadian itu
Yang semakin menjadi bayang-bayang
Dia selalu mengikutiku
Aku berlari…
Ku campakkan semua yang menjadi pilu
Biar semua tahu kalau aku bisa

Kuhapus semua kegagalan sambil aku berlari
Kuayunkan langkah
Kuancungkan tangan dengan kugenggam niat suci dan harapan
Kalaupun aku terjatuh
Kalaupun aku harus tersungkur ketanah
Perih dan luka itu kujadikan bukti perjuangan ini
Akan kugapai asa
Walau aku tertatih pincang dengan luka
Dan aku berjanji
Akan aku genggam batang harapan itu

Oleh Saiful Amri

Kepada Sahabatku

Sahabatku…
Kini bumi menangis
Kini bumi sakit,bumi demam karena ulah kita
Panasnya terus naik,hingga rambutnya rontok
Seakan harapannya hilang sudah

Sahabatku…
Pembalakan liar yang terus merajang
Membuat meriangnya semakin parah
Tapi mengapa…?
Seakan kita menutup mata dengan ulah mereka itu
Yang lebih bahagia melihat Bumi ini murka

Sahabatku…
Aku seakan mendengar bumi berkata
“harapanku pada kalian yang muda,
Aku tak percaya lagi pada mereka
Yang telah membuat aku sakit dan terluka

Sahabatku…
Aku ingin berpesan
Mari bangkitkan semangat muda
Pulihkan kembali harapan bumi yang hampir hilang
Jangan lagi buat dia terluka

Sahabatku…
Berjanjilah padanya…                 

Oleh Saiful Amri

Senin, 08 Agustus 2011

Program Kerja Rumah Pintar Peusangan (RP2)

Rumah Pintar Peusangan (RP2) merupakan wadah intelektual Mahasiswa Universitas Almuslim yang memokuskan pada kegiatan-kegiatan keilmuwan, seperti belajar bahasa Inggris, penelitian dan penulisan ilmiah, penulisan jurnalistik dan sastra seperti puisi dan cerpen, diskusi publik, dan bedah buku.  Eksistensinya dilandasi dengan semangat untuk menjadi intellectual activist bagi pencerahan dan perubahan sosial di tengah masyarakat. RP2 ini digawangi oleh para intelektual muda dengan berbagai latar belakang keilmuan, seperti Ilmu Politik, Antropologi, Manajemen, American Studies, Administrasi Negara, Sastra Inggris, Pendidikan Geografi, Psikologi, Filsafat, Teaching Science in English, dan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Tim Rumah Pintar Peusangan

Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A 
Pria kelahiran Banda Aceh ini menempuh pendidikan S1 di Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, ia memperoleh beasiswa The John Templeton Foundation untuk melanjutkan studi S2 di Center for Religious and Cross-Cultural Studies, Universitas Gadjah Mada. Saat ini tercatat sebagai Ph.D student di Program Studi Antropologi, Universitass Gadjah Mada. Peraih fellowship for studying culture in Havana Cuba (2003) dan International Relations, Bologna University in Italy (2004). Di tahun yang sama, 2004  memperoleh beasiswa dari Pemerintah Italia untuk studi budaya di Universita Per Stranieri di Siena, Italia. Dua tahun kemudian, 2006 terpilih menjadi ASEAN Scholar di Asia Research institute, National University of Singapore (NUS). Pada tahun 2010, menjadi visiting scholar untuk melakukan penelitian mengenai “The Jews in Indonesia” di Leiden Universiteit and VUAcademy Professorship Indonesia Sejak tahun 2009 hingga sekarang menjadi Project Officer penulisan 5 Ensiklopedia “Indonesia Jamrud Khatulistiwa” sebagai bentuk kerja sama antara INA Frontier dan PT. Citra Aji Parama. Saat ini dipercayakan sebagai Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Almuslim, dan Sekretaris LPPM Universitas Almuslim. Amsterdam. Pernah aktif sebagai peneliti di (API-UGM)-KNAW Netherlands. 
Drs. Iswadi, M.Hum 
Lahir di Deli Serdang pada tanggal 3 juli 1959. Pendidikan S1 jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra USU Medan, S2 dalam bidang  Kajian Amerika (American  Studies) Universitas Gajah Mada Yogyakarta dengan fokus penelitian pada kesusasteraan Amerika abad ke-20. S3 belum sempat selesai karena ketiadaan biaya di University Sains Malaysia, Pulau Pinang, dengan fokus rancangan penelitian tentang: Manifestasi Etnisiti di dalam Novel-Novel Indonesia Modern. Beberapa karya tulis yang telah diterbitkan diantaranya adalah: Indonesia Dalam Dunia Kata (1996), Surat Cinta dan Nyanyian Anak-Anak Miskin (1997), Potret Tanah Harapan Yang Terlupakan Dalam Novel Merantau ke Deli karya Hamka (1997), Roman Puicisan dan Kita (2000), Sastra dan perjuangan Kultural (2000), Revitalisasi  Kesenian dan Kebudayaan Etnik Aceh: Suatu pertanggung Jawaban(2010), dan The lost of Freedom As Depicted in the novel Teuntra Atom by Thayeb Loh Angen (2011) dan lain-lainnya.  Bekerja sebagai dosen  di USU Medan sejak tahun 1986 dan sejak tahun 2005 - setelah tsunami dan konflik - pindah ke Aceh sebagai dosen kopertis dpk. di Universitas Almuslim atas permintaan sendiri dengan niat dapat membantu dunia pendidikan di Provinsi Aceh pasca konflik dan tsunami. Saat ini dipercayakan sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Almuslim. 
Silvi Listia Dewi, M.Pd 
Dilahirkan di Kota Migas, Lhokseumawe pada 19 Oktober 1972. Ia anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan M. Ali Usman dan Zuhairah. Pendidikan Sekolah Dasar ditempuh di SD Inpres Kampung Jawa, Lhokseumawe pada tahun 1985, melanjutkan SMPN 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen pada tahun 1988, dan SMAN 1 Lhokseumawe di tahun 1991. Pendidikan tinggi ditempuh di Universitas Syiah Kuala, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan lulus pada tahun 1997. Kemudian melanjutkan pendidikan master di Program Master Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas yang sama. Ia seorang yang aktif bekerja, selama kuliah S1 ia telah aktif menjadi seorang broadcaster di PT Radio Flamboyant, Banda Aceh (1994-1999). Selama menjadi broadcaster, ia juga merangkap sebagai staf pengajar di LP3I (1998-2000). Saat ini dipercayakan sebagai Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Almuslim. 
Budi Haryadi, SIP, M.Si 
Lahir di Idi, Aceh Timur pada Tanggal 1 Maret 1978. Berprofesi sebagai Dosen Universitas Almuslim di Program Studi Administrasi Negara. Mendapatkan gelar Sarjana (SIP) dan Pascasarjana (M.Si) di Universitas Gadjah Mada. Pengalaman penelitian yang pernah dilakukan adalah Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Kota Lhokseumawe Pada Tahun 2010. Tulisan ilmiah yang pernah dipublikasikan adalah Strategic Alignment antara Strategi Bisnis dan Strategi Sistem Informasi di Jurnal Telaah Manajemen di Program Studi Magister Manajemen Universitas At majaya Jakarta. Saat ini dipercayakan sebagai Ketua Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Almuslim. 
Fadhli, S.Fil.I., M.Hum. 
Lahir di Desa Alue Rheng  Kec. Peudada Kab. Bireuen-Aceh, pada 10 Mei 1979 Ibu Hj. Sarlina Sarong dan ayah H. Jailani Cut Adek. Pada tahun 1998  merantau ke Banda Aceh untuk mengambil Sarjana Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin IAIN Ar Raniry, lulus Juni 2002  pada tahun itu juga melanjutkan pendalaman Ilmu Filsafat pada Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, selesai Januari 2005 dengan perolehan gelar Master Humaniora. Pada Februari 2005 kembali ke Banda Aceh dan memulai karir pertama di International Non Goverment Organization (INGO), tepatnya Maret 2005 mulai mendampingi masyarakat dampingan World Vision International, posisi sebagai Advocacy, Humanitarian Protection and Peace Building Officer di Meulaboh Aceh Barat, selama 18 bulan di WVI, kemudian pindah kerja ke Calang Aceh Jaya pada Medair International  tepatnya pada September 2006. Mulai mendampingi masyarakat dampingan Medair, posisi sebagai Senior Community Mobiliser sampai dengan November 2007. Setelah misi Medair International berakhir di Aceh Jaya, Fadhli meneruskan karir di Irish Red Cross Banda Aceh posisi sebagai senior project officer for Community Advocacy Unit pada January 2008 sampai dengan November 2009 dengan tugas utama work on behalf of tsunami victims to get their right. Setelah berakhir misi Iris Red Cross di Aceh, ia pindah karir di NGO lokal Yayasan Lamjabat, tepatnya pada Desember 2009 yang mulai mendampingi masyarakat dampingan Yayasan Lamjabat dalam penyadaran menjaga keanekaragaman hayati, kebersihan lingkungan dengan pengolahan sampah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan tujuan mengurangi resiko bencana akibat ulah tangan manusia di kawasan Ujung Pancu Aceh besar. Saat ini dipercayakan sebagai dosen pengasuh mata kuliah Filsafat Pendidikan di FKIP Biologi dan Dasar-Dasar Logika di FISIP Universitas Al-Muslim.  
Hera Yanti, M.Psi 
Kelahiran Kota Juang, Bireuen 21 Januari 1984. Pendidikan S1 ditempuh di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area – SUMUT, dan pendidikan S2nya, Magister Psikologi di universitas yang sama, Universitas Meda Area (lulus 2010). Sebagai seorang psikolog, ia telah bekerja di Pusat Rehabilitasi Sibolangit Centre sebagai Konselor (2004-2005), NGO RATA Bireuen sebagai Konselor Program Psikososial (2007-2008), Yayasan Pengembangan Masyarakat Gampong (YPMG) sebagai Konsultan bidang pendidikan (2009-2010), dan dosen luar biasa di Sekolah Tinggi Ilmu Psikologi (STIP) Harapan bangsa Banda Aceh dan Universitas  Muhammadiyah Banda Aceh (2010-2011). Saat ini dipercayakan sebagai dosen di Fakultas FKIP (PGSD, Biologi, B.Indonesia, Fisika) dan FISIPOL Universitas Al-Muslim. 
M. Rezeki Muamar, S. Si, M.Ed 
Lahir di Sigli pada tahun 1985 dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pendidikan sekolah menengah dan atas diselesaikan di Sigli-Aceh sebelum melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2003, gelar Sarjana ScienceTeaching Science in English di Regional Centre For Education In Science and Mathematics (RECSAM) Penang,-Malaysia. Master of Education diraih pada tahun berikutnya dari Faculty of Arts and Education, Deakin University Australia. Saat ini dipercayakan sebagai dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Al Muslim. diraih pada tahun 2007. Tahun 2010 menyelesaikan Postgraduate Diploma di bidang
Rini Fitri, SP,MSi  Kelahiran Keude Aceh, 10 Agustus 1979. Pendidikan S1-nya ditempuh di Fakultas Pertanian, Universtas Syiah Kuala (2004), sedangkan pendidikan Master ditempuh di Institut Pertanian Bogor (IPB) (2009). Aktif mengikuti pelatihan/ seminar/ lokakarya seperti Intensive English Training (2005), Pelatihan Fungsional Dosen di Universitas Almuslim (2006), Pelatihan Kelompok Usaha Pemuda Produktif (2006), Pelatihan Penyuluh Pertanian (2007), Intensive Research Training (2007), ESQ Leadership Training (2007), Seminar ”Konservasi Tanah dan Air Sebagai Solusi dalam Menghadapi Perubahan Iklim” (2007), Intensive research training”Development” (2008), Workshop Penyusunan Kurikulum Program Studi Agroteknologi (2008), Seminar Nasional”Singkronisasi Kebijakan Pembukaan lahan Sawit Terhadap Pelestarian SatwaLiar di Indonesia (2008), Workshop”Pembuatan Media Pendidikan Interaktif (e-book)” (2008), dan Seminar Nasional”Revolusi Sains untuk Indonesia” (2008). Selain itu aktif melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah seperti; Perencanaan Musim Tanam Padi Tadah Hujan dan Palawija Berdasarkan Neraca Air Tanah di Kec Krueng Barona Jaya Kab Aceh Besar (2004-2006), DAN Perencanaan Usahatani Berbasis Pinang untuk Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Sub Das Krueng Simpo provinsi Aceh (2004-2006). Saat ini dipercayakan sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Almuslim.
Tim Mahasiswa 
  1. Iskandar                      (Ketua)
  2. Putri Diana                 (Sekretaris)
  3. Saiful Amri                  (Bendahara)
  4. Cut Nilawati                (Anggota & Guru Bahasa Inggris)
  5. Siti Fitria Hanum        (Anggota & Guru Bahasa Inggris)
  6. Astriani                        (Anggota & Guru Bahasa Inggris)
  7. Masyitah                      (Anggota)
  8. Nuraina                        (Anggota)
  9. Sukma Murni               (Anggota)
  10. Nursyuari Moulida      (Anggota)
  11. Marlina                         (Anggota)
  12. Zunuanis                      (Anggota)
  13. Vena Yuliana               (Anggota)
  14. Mutia Zahara               (Anggota)
  15. Mursal                          (Anggota)
  16. Surya                            (Anggota)
  17. Nadia Barid                 (Anggota)